Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian kebutuhan
- Mengelompokkan berbagai kebutuhan sehari-hari
- Menganalisis ketersediaan kebutuhan barang dan jasa
- Menjelaskan hubungan kelangkaan dengan pengalokasian sumber daya
- Menjelaskan pengertian pengertian biaya peluang
- Membedakan biaya peluang dengan biaya sehari-hari
- Mempraktikkan perhitungan biaya peluang
Mulai dari individu, rumah tangga, hingga negara, bahkan dunia sekalipun setiap hari bergelut dengan persoalan ekonomi. Setiap hari manusia berpikir tentang bagaimana membelanjakan uang dengan baik untuk memenuhi kebutuhannya. Orang tua kita berpikir bagaimana mengatur pengeluaran, sehingga kebutuhan pendidikanmu, kebutuhan sehari-hari keluarga dan kebutuhan masa depan terpenuhi. Pemerintah berpikir keras bagaimana caranya agar Indonesia bisa keluar dari krisis ekonomi dan rakyat kembali makmur.
Semua persoalan t
ersebut berada dalam ruang lingkup pembahasan ilmu ekonomi yang sedang dipelajari. Ilmu ekonomi mempelajari pemenuhan kebutuhan oleh individu dan perusahaan. Ilmu ekonomi juga mempelajari mengapa suatu negara dapat dilanda krisis ekonomi. Tertarikkah kamu?
asalah ekonomi pada hakekatnya adalah kebutuhan manusia akan barang dan jasa serta ketersediaan jumlah barang dan jasa tersebut. Apakah kedua hal tersebut (kebutuhan dan jumlah barang/jasa yang tersedia) seimbang? Artinya, apakah manusia sebagai individu dan dan sebagai masyarakat dapat memenuhi semua kebutuhannya tepat dan sama dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia? Jika kita kaji lebih jauh, ternyata kedua hal tersebut berbeda.
Kebutuhan manusia ternyata terus berkembang. Makin banyak jumlah, ragam dan variasinya. Kebutuhan manusia ternyata tidak terbatas. Sementara barang dan jasa yang tersedia jumlahnya terbatas. Inilah yang akan dipelajari pada bagian ini.
Kebutuhan
Pada pengantar telah disinggung tentang kebutuhan Pembahasan berikut ini akan menguraikan kebutuhan secara lebih mendalam, mulai dari pengertian, jenis dan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan itu sendiri.
- Pengertian kebutuhan
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kebutuhan manusia ternyata tidak terbatas. Mengapa kebutuhan manusia tidak terbatas? Sesuai dengan kodratnya, manusia selalu merasa kekurangan. Manusia selalu menginginkan kemakmuran. Ketika belum mempunyai rumah, seseorang ingin punya rumah. Tentu berikut segala macam isinya. Apakah cukup sampai disitu? Tidak! Kenyataan menunjukkan bahwa jika suatu kebutuhan sudah terpenuhi, maka kebutuhan lainnya akan muncul. Untuk sementara waktu, orang tadi sudah merasa senang memiliki rumah beserta semua isinya. Namun, dia masih ingin memiliki mobil, villa di puncak atau flat di Singapura. Jika didaftar, masih ada sederet lagi jenis kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu.
- Jenis-Jenis Kebutuhan
Secara garis besar, kebutuhan manusia dapat kita bagi menjadi empat kelompok, yaitu kebutuhan menurut tingkat intensitas, sifat, subjek dan waktu kebutuhan.
Jenis kebutuhan menurut tingkat intensitas
Ada kelompok barang/jasa yang dianggap paling penting dalam mempertahankan keberlangsungan kehidupan kita sebagai makhluk hidup. Dengan kata lain, intensitas kebutuhan kita terhadap barang/jasa semacam itu sangat tinggi. Ada pula yang kita anggap sebagai pelengkap saja agar kehidupan menjadi lebih nyaman atau sebagai kebutuhan mewah yang dapat meningkatkan status sosial.
Menurut intensitas penggunaannya, kebutuhan dapat kita bagi menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier (mewah).
- Kebutahan Primer adalah jenis kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Agar dapat hidup, manusia harus makan, minum dan berpakaian. selain itu, manusia memerlukan tempat tinggal atau rumah. Kebutuhan primer sering disebut juga sebagai kebutuhan alamiah.
- Kebutuhan sekunder. Setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan primernya, manusia juga masih memerlukan kebutuhan lainnya yang bersifat pelengkap dan sering disebut sebagai kebutuhan sekunder. Misalnya, manusia perlu sepeda, kipas angin, meja, kursi, kulkas dan peralatan lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan.
- Kebutuhan tersier. Pada umumnya, seorang masih merasa belum cukup meskipun dia telah dapat memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Dia masih memerlukan hal-hal lain yang tingkatannya lebih tinggi. Dia masih memiliki keinginan untuk memiliki mobil, piano, kapal pesiar serta kebutuhan mewah lainnya. Pemakaian barang-barang mewah dapat menaikkan status sosial seseorang.
Jenis kebutuhan menurut sifat
Jenis kebutuhan ini dibagi atas dasar sasaran dari alat pemuas kebutuhan yang digunakan. Ada alat pemuas kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. Ada pula yang berhubungan dengan rohani.
- Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. Kebutuhan jasmani antara lain pakaian, makanan dan minuman.
- Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang bersifat kejiwaan. Misalnya, agar terhindar dari kebosanan rutinitas sekolah, kita perlu menghibur diri dengan mendengarkan musik atau menonton film. Sebagai makhluk beragama, kitapun ingin menjalankan ibadah dengan baik.
Jenis kebutuhan menurut subjek yang membutuhkan
Menurut subjek yang membutuhkan, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan individu dan kebutuhan umum.
- Kebutuhan individual menunjuk pada kebutuhan tiap-tiap orang yang berbeda-beda. Petani membutuhkan cangkul dan pupuk. Sedangkan guru membutuhkan buku pelajaran dan kapur tulis.
- Kebutuhan umum berhubungan dengan penggunaan barang dan jasa oleh banyak orang. Sebagai contoh, jembatan penyebrangan digunakan oleh semua orang yang akan menyeberang jalan.
Jenis kebutuhan menurut waktu